PEKANBARU – DETEKSI24.COM – Menanggapi krisis kualitas udara yang memburuk secara signifikan di Riau, Presiden Mahasiswa BEM Universitas Awal Bros Kabinet (UAB) Dharma Pradipta, Nandara Faza Satyva, mengeluarkan pernyataan tegas menyusul data pemantauan udara per 24 Agustus 2026 yang menetapkan status Kota Pekanbaru dalam kondisi “SANGAT TIDAK SEHAT” akibat tingginya indeks partikel atmosfer.
“Nandara menginstruksikan seluruh mahasiswa dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri secara ketat demi mengantisipasi bahaya kesehatan,” ujarnya kepada media ini, Senin (24/8/2026).
“Warga diimbau keras membatasi aktivitas di luar ruangan, menjaga daya tahan tubuh, serta mewajibkan penggunaan masker saat terpaksa beraktivitas di luar gedung,” ujar Nandara.
Di sisi lain, BEM mengapresiasi langkah responsif pihak kampus yang bergerak cepat membatasi seluruh kegiatan luar ruangan demi keselamatan Sivitas Academika.

Kendati demikian, BEM Universitas Awal Bros menegaskan bahwa pencegahan di tingkat internal saja tidak cukup tanpa adanya penegakan hukum di tingkat akar masalah.
Oleh karena itu, BEM secara terbuka mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk tidak menutupi mata dan segera menindak tegas seluruh pihak maupun korporasi yang bertanggung jawab atas krisis polusi udara ini.
“Diakhir Nandara mengatakan, BEM UAB berkomitmen akan terus melancarkan desakan hingga hukum ditegakkan secara adil dan masyarakat Riau kembali mendapatkan haknya untuk menghirup udara yang bersih,” pungkasnya.(Red)






