DETEKSI24.COM – PEKANBARU – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru resmi meningkatkan eskalasi pengawasan di lapangan guna mengantisipasi maraknya aksi pencurian fasilitas umum (fasum). Langkah ini diambil sebagai respons terhadap rentetan peristiwa hilangnya komponen vital penunjang keselamatan jalan yang terjadi di sejumlah titik strategis di Kota Bertuah
Kepala Dishub Kota Pekanbaru, Masykur Tarmizi, mengungkapkan bahwa koordinasi intensif dengan aparat kepolisian kini menjadi prioritas utama. Hal ini dilakukan untuk mempersempit ruang gerak para pelaku yang kerap menyasar infrastruktur kelistrikan jalan raya.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Pengawasan bersama kepolisian sangat krusial untuk mencegah kerugian negara yang lebih besar,” ujar Masykur, Senin (20/4/2026).
Berdasarkan data lapangan, Masykur menyebutkan bahwa objek pencurian kini mulai bergeser. Para pelaku tidak lagi hanya mengincar kabel lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) yang bernilai ekonomis tinggi, namun sudah merambah ke bagian sistem teknis yang lebih kompleks. Fasilitas yang hilang meliputi kabel, panel kontrol lampu, hingga KWh meter yang berfungsi sebagai penyokong daya utama.
“Modus operandi mereka kini lebih nekat. Mereka bukan cuma mencuri kabel yang tertanam, tapi juga panel lampu yang menjadi bagian penting dari sistem penerangan jalan kita. Ini tentu sangat mengganggu keamanan pengguna jalan saat malam hari,” tegas Masykur saat memberikan keterangan kepada media.
Tidak hanya sektor penerangan, aksi kriminalitas ini juga menyasar komponen Area Traffic Control System (ATCS). Salah satu kejadian menonjol terjadi di simpang Jalan Bukit Barisan, di mana KWh meter lampu lalu lintas raib digondol pencuri. Dampaknya, sistem lampu lalu lintas di persimpangan tersebut sempat padam total dan memicu kesemrawutan arus kendaraan.
Merespons kondisi darurat tersebut, Dishub Pekanbaru segera mengambil langkah taktis dengan menggandeng pihak PLN. Upaya pemasangan kembali komponen yang hilang dilakukan dengan cepat agar fungsi pengatur lalu lintas dapat segera pulih.
“Kami sudah koordinasi dengan PLN untuk membantu memasang kembali KWh meter itu, dan saat ini lampu lalu lintas di sana sudah kembali berfungsi normal,” tambahnya.
Masykur menegaskan bahwa biaya perbaikan dan penggantian fasilitas yang dicuri bukanlah nilai yang sedikit. Setiap aksi pencurian pada akhirnya menimbulkan kerugian berantai, terutama bagi masyarakat luas yang harus kehilangan kenyamanan dan jaminan keselamatan di jalan raya.
“Ini kan kalau fasilitasnya hilang atau dicuri, yang dirugikan masyarakat sebagai pengguna jalan,” jelasnya lagi.
Dishub Pekanbaru mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memiliki rasa kepemilikan terhadap aset daerah. Warga diimbau untuk segera melapor jika melihat aktivitas mencurigakan di sekitar tiang PJU atau boks panel lampu lalu lintas.
“Kami sangat berharap peran aktif warga untuk menjaga fasilitas di lingkungan masing-masing demi kepentingan bersama,” tutup Masykur.(*)






