SMPN 13 Pekanbaru Terapkan Visi Membangun Legacy Branding Sekolah English Day

Photo: Zurdianto, Kepala Sekolah SMPN 13 Pekanbaru

DETEKSI24.COM – PEKANBARU – English Day, setiap Rabu menjadi hari berbahasa Inggris bagi siswa-siswi dan guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 13 Kota Pekanbaru Provinsi Riau.

Hal tersebut disampaikan Kepala Sekolah SMPN 13 Pekanbaru, Zurdianto M.Pd saat disambangi media ini di Ruang kerjanya, Jumat (06/02/2026).

“Dikatakan Zurdianto, sebagai kepala sekolah, saya sangat bersemangat untuk berbagi visi kami dalam membangun legacy SMPN 13 Pekanbaru melalui pendekatan sesuai  branding Sekolah “Smart Santun Mandiri Aktif Religius dan Tertib” maka
penerapan English Day setiap hari Rabu sudah kita laksanakan,” ujar nya.

“Lanjut Jurdianto, Untuk menunjang program ini kita telah membentuk Tim yang terorganisir dari OSIS yang kita namakan “English Club” dengan pembimbing dan pembinanya adalah guru bahasa english dan saya sendiri selaku kepala sekolah sebagai penanggung jawab utama,” terang nya.

“Tambah Jurdianto, Adanya hari khusus English Day merupaka SMPN 13 Pekanbaru untuk membekali peserta didik dengan kemampuan berbahasa asing, sehingga mereka mampu bersaing sekarang dan nantinya setelah lulus dari sekolah ini,” harapnya.

“Dikatakan Jurdianto, Alhamdulillah dengan adanya penerapan English Day ini, pada tahun 2025 lalu anak-anak kita terpilih memjadi peserta konferensi internasional yang disebut English Convertion Model yang digelar oleh PBB di Yogyakarta. Adapun peserta berasal dari berbagai negara antara lain: Amerika, Irak, Emirat Arab, Cina, Korea Selatan, Thailand dan berbagai negara Eropa lainnya,” urai Zurdianto.

Ini adalah salah satu bukti keberhasilan program Inggrish Day. Kita berharap dengan program ini bahasa Inggris dijadikan sebagai Ingris Fornation In Country. Bahasa inggris tidak digunakan ketika berada di luar negeri atau acara khusus tetapi menjadi bahasa sehari-hari.

“Diera globalisasi sekarang ini yang sudah memasuki tahap 5.0 sehingga kita harus paham bahasa inggris. Untuk diri saya sendiri setiap harinya selalu melakukan komunikasi dengan teman di Amerika selalu show hello How are yuo doing dengan bahasa inggris. Sebaiknya menggunakan bahasa inggris bukan lagi bahasa kebanggaan, tetapi  menjadi bahasa komunikasi,” sebut Zurdianto.

Ditanya, apakah setiap Inggris Day di Sekolah wajib menggunakan bahasa inggris. Menurutnya, bukan menjadi kewajibkan tetapi dengan kesadaran agar semua yang menjumpai saya show hello dengan bahasa english.

“Dikatakan Jurdianto, itu sudah berlajalan selama saya menjadi Kasek di SMPN 13 Pekannaru ini. Kedepan ini kita akan menerapkan area berbahasa Inggris di Sekolah ini. Jadi semua yang memasuki area tersebut wajib menggunakan bahasa inggris,” terang nya.

“Diakhir Jurdianto mengatakan, Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pendekatan kami dalam branding sekolah, demi mencapai motto visi kami,” ujarnya.

“Semoga SMPN 13 menjadi penanda masa depan yang cemerlang bagi pendidikan anak-anak kita untuk generasi mendatang,” tutup nya.(*)

Penulis: RlsEditor: L.SIREGAR