DETEKSI24.com – PEKANBARU – Jajaran Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau menggelar kegiatan tausiyah dalam rangka memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 H, Kamis (22/1/2026).
Kegiatan yang bertempat di Aula Ismail Saleh ini dihadiri langsung oleh Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H), Yeni Nel Ikhwan, serta diikuti oleh seluruh pejabat dan pegawai muslim di lingkungan Kanwil Kemenkum Riau.
Tausiyah dimulai dengan pembacaan ayat suci Alquran lalu sambutan oleh Kadiv P3H, dimana beliau menyampaikan kepada seluruh ASN di Kemenkum Riau untuk terus semangat dan selalu meningkatkan kualitas spiritual diri salah satunya dengan kegiatan semacam ini.

Peringatan Isra Mikraj tahun ini menghadirkan Ustad Syafrinaldi sebagai penceramah. Dalam tausiyahnya, beliau mengupas tuntas hikmah perjalanan agung Rasulullah SAW, terutama mengenai peristiwa Isra Mikraj dengan membawa perintah salat lima waktu sebagai sarana melatih kedisiplinan, kesabaran, dan kejujuran.
Ustad Syafrinaldi menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam peristiwa Isra Mikraj sangat relevan bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

Suasana khidmat menyelimuti aula saat para pegawai menyimak paparan mengenai pentingnya menjaga keseimbangan antara hubungan kepada Sang Pencipta (hablum minallah) dan hubungan antarsesama manusia (hablum minannas), yang dalam konteks pekerjaan diwujudkan melalui pelayanan publik yang prima.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau, Rudy Hendra Pakpahan, dalam keterangan terpisah menyampaikan pesan mendalam terkait momentum peringatan hari besar Islam ini bagi kinerja jajarannya.
“Peringatan Isra Mikraj ini harus kita jadikan momentum untuk melakukan refleksi diri. Saya berharap nilai-nilai spiritualitas yang kita ambil dari tausiyah Ustad Syafrinaldi dapat bertransformasi menjadi semangat kerja yang lebih baik,” ujar Rudy Hendra Pakpahan.
Melalui kegiatan tausiyah rutin ini, Kanwil Kemenkum Riau berkomitmen untuk terus membina mental dan spiritual pegawainya, sehingga tercipta insan pengayoman yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dalam memberikan pelayanan hukum bagi masyarakat Riau.(*)






