Kaban Kesbangpol Riau: Kerukukan Umat Beragama Bukti Damai Masyarakat

Photo: Boby Rachamt, Kaban Kesbangpol Riau

DETEKSI24.COM – PEKANBARU – Provinsi Riau terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga keharmonisan sosial, khususnya dalam kehidupan antar umat beragama.

Keberhasilan daerah ini meraih posisi teratas dalam indeks kerukunan tidak hanya dilihat sebagai capaian penilaian, tetapi juga sebagai cerminan kondisi nyata di tengah masyarakat.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Riau, Bobby Rachmat, menegaskan bahwa tingginya tingkat kerukunan di Bumi Lancang Kuning tidak terlepas dari peran aktif masyarakat yang mampu menjaga keseimbangan dalam keberagaman.

Menurutnya, indikator utama dalam penilaian kerukunan antarumat beragama tidak hanya sebatas angka, melainkan juga dilihat dari minimnya konflik kepentingan yang terjadi di tengah masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa nilai toleransi telah tertanam dengan baik.

“Riau bisa dapat peringkat terbaik dalam provinsi paling rukun antarumat beragama tentu berdasarkan masyarakat yang mampu menjaga kerukunan. Dengan begitu dapatlah indikatornya seperti tidak adanya konflik kepentingan,” ujarnya di Pekanbaru, Kamis (16/04/2026) malam.

Dijelaskan, pentingnya kondisi daerah yang kondusif sebagai faktor pendukung utama. Stabilitas sosial yang terjaga dinilai menjadi fondasi kuat dalam menciptakan kehidupan yang harmonis.

“Kemudian, indikator lainnya lagi kita bisa lihat kondusivitas daerah. Selama ini, insyaallah tidak terjadi konflik yang berkelanjutan. Semuanya bisa dapat diselesaikan,” jelasnya.

Dalam menjaga kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Riau melalui Kesbangpol bersama Forum Komunikasi Umat Beragama terus menggencarkan berbagai program edukasi kepada masyarakat.

Langkah ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya hidup rukun.

Edukasi yang diberikan tidak hanya bersifat formal, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan sosial masyarakat melalui dialog lintas agama, kegiatan bersama, serta pendekatan persuasif kepada tokoh-tokoh agama.

“Pemerintah Provinsi Riau melalui Kesbangpol dan FKUB Riau, selalu memberikan edukasi untuk kerukunan umat beragama. Tujuannya bukan hanya mengejar poin penilaian, tapi untuk masyarakat selalu menikmati kerukunan,” terangnya.

Kaban Kesbangpol Riau, Bobby, mengungkapkan bahwa orientasi utama pemerintah bukan sekadar mempertahankan peringkat atau nilai indeks, melainkan memastikan bahwa kerukunan tersebut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Ia berharap agar capaian ini dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa mendatang.

“Ya, kedepannya kita bisa mempertahankan, bahkan bisa lebih lagi. Jadi, walaupun nilai-nilainya tinggi, kalau dampak kepada masyarakat tidak ada, artinya kurang ada manfaatnya juga,” ungkapnya.(*)

 

Penulis: Rls (Media Center Riau)Editor: L.SIREGAR