DETEKSI24.COM – PEKANBARU – Pemerintah bersama unsur TNI, Polri, dan instansi terkait menggelar Rapat Finalisasi Persiapan Apel Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Riau Tahun 2026 pukul 14.30 WIB. Kegiatan berlangsung di Rupat Nakula VIP Room Pandawa dan berjalan aman serta lancar hingga pukul 16.15 WIB, Selasa (03/03/2026).
Rapat dipimpin oleh Asisten Deputi Brigjen Mar Krisno Halomoan dan didampingi Direktur Penanganan Darurat Wilayah I Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Agus Riyanto, S.T., M.M. Pertemuan ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh kesiapan teknis maupun personel dalam menghadapi potensi Karhutla di Provinsi Riau tahun 2026.

Rapat dihadiri unsur TNI dari Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Lanud, dan Lanal Dumai; unsur Polri dari Polda Riau; serta perwakilan Pemerintah Provinsi Riau yang diwakili Sekretaris Daerah Syahrial Abdi. Turut hadir pula Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), BPBD Kota Pekanbaru, BMKG, Dinas Kesehatan, Dinas Kehutanan dan Perkebunan, serta Damkar.
Keterlibatan lintas sektor ini menegaskan komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi, mempercepat respons, dan meminimalkan dampak kebakaran hutan dan lahan yang selama ini menjadi ancaman serius di wilayah Riau.
Dalam rapat tersebut dilakukan pemaparan menyeluruh terkait, Paparan Apel Kesiapsiagaan Karhutla, Buku Panduan Apel Kesiapsiagaan, Checklist Apel Siaga, Rencana Personel dan Layout Apel Siaga.

Pembahasan menitikberatkan pada kesiapan sarana dan prasarana, pengamanan lokasi, pengaturan personel, serta mekanisme pelaksanaan apel agar berjalan tertib, efektif, dan sesuai protokol.
Dalam rangka mendukung kelancaran kegiatan, disepakati pembagian tugas pengamanan secara ketat. Akses ke area hanggar dan pesawat saat pelaksanaan apel nantinya hanya diperuntukkan bagi Menteri dan pejabat terkait yang memiliki tanda pengenal resmi.
Petugas dari Polisi Militer Angkatan Udara (Pom AU) dan unsur intelijen juga akan mengantisipasi pergerakan awak media agar tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku, tanpa mengganggu jalannya kegiatan inti.
Sebagai bagian dari tahapan akhir, akan dilaksanakan gladi kotor dan gladi bersih pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 15.00 WIB bertempat di Apron Baseops. Gladi ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian Apel Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026 berjalan optimal dan siap dilaksanakan secara resmi.
Rapat finalisasi ini menjadi penegasan bahwa kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di Riau dilakukan secara terukur, terkoordinasi, dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan demi menjaga keselamatan masyarakat serta kelestarian lingkungan.(*)






